Tinjauannews.com,Bolsel- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggelar Rapat Paripurna Tentang Kinerja Pemerintah Daerah dalam Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2023 Dan Pembicaraan Tingkat II atas Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Ir. Arifin Olii, didampingi oleh Wakil Ketua Salman M. Mokoagow, serta turut dihadiri Bupati Hi Iskandar Kamaru, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, para anggota DPRD, serta sejumlah pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Bolsel.

Ketua Dprd, Ir. Arifin Olii dalam sambutannya, menegaskan bahwa Panitia Khusus (Pansus) telah bekerja secara maksimal dalam mengevaluasi LKPJ Kepala Daerah tahun anggaran 2023. Hasil evaluasi tersebut kemudian diterima oleh semua fraksi di DPRD. yang di selenggarakan di ruang paripurna gedung DPRD. Rabu (08/05/2024)

Selain itu , Seluruh fraksi di DPRD Bolsel telah menyutujui adannya Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak untuk ditetapkan sebagai Peraturan daerah.

Sementara itu. Bupati Iskandar mengapresiasi, bahwa Panitia Khusus DPRD yang telah bekerja intens dan maksimal dalam mengevaluasi LKPJ 2023 serta memberikan penghargaan kepada para pihak yang selalu berinteraksi demi kepentingan pembangunan.

 

Bupati iskandar juga menyampaikan Pencapaian kinerja program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah pada tahun 2023 ini merupakan realisasi dari seluruh aktivitas pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran eksekutif bersama DPRD.

“Apresiasi kepada DPRD terutama Pansus yang sudah bekerja intens mengevaluasi LKPJ ini. Tentu, apa yang menjadi catatan dari tiap-tiap fraksi kami akan tindaklanjuti untuk dijadikan bahan masukan demi perbaikan ke depan,” ucap Bupati yang dalam paripurna tersebut hadir bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.

Bupati Iskandar juga meluruskan berita yang beredar di media sosial tentang stunting di mana ditegaskan bahwa berdasarkan data ePPGBM terkini bulan Maret 2024 jumlah balita stunting ada 145 anak dan prevalensi stunting di angka 2,68%.

“Januari 2023, stunting Bolsel masih berada di angka 241, lalu data terakhir Maret 2024 tinggal 145 anak stunting. Tentu ini merupakan perkembangan signifikan,” tandasnya.